caturnugraheni

nothing else matter

KEKHAWATIRAN SEORANG IBU

kartun cunAku menemukan catatan ini di dinding kamar murid lesku, namanya Reyhan. Entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang luar biasa dalam catatan ini. Ketika aku membacanya, aku merasa ada yang menghantam di dada dan benakku.

Aku berpikir, apakah ini jawaban dari semua pertanyaanku sejak dulu. Ya…aku yakin sekarang, aku yakin inilah jawabannya. Inilah mengapa selama ini Ibuku selalu melarangku untuk pacaran, Ibuku selalu melarangku untuk terlalu bebas bermain dengan teman-temanaku, Ibuku selalu melarangku untuk keluar rumah di malam hari, Ibuku selalu memberiku banyak pesan saat aku hendak pergi, Ibuku selalu menangis ketika aku tak menelponnya, dan Ibuku selalu menanyakan kabarku hampir setiap saat. Aku tahu sekarang, aku juga pasti akan merasakan hal yang sama nantinya, ketika aku kelak mempunyai anak-anak.

Aku sebut ini sebagai catatan sakti, yang telah mengetuk relung-relung hatiku, hingga aku sadar bahwa aku harus bisa menjaga kepercayaan Ibuku, aku harus bisa berbakti kepada Ibuku, dan aku harus bisa mewujudkan mimpi-mimpi Ibuku.

Tak perlu khawatir mengapa aku bisa menuliskan ulang catatan ini, aku telah mendapatkan izin dari Reyhan untuk sekedar menyalin catatan ini untuk kebaikan.

 

Menyambut Hari Ibu….

Untuk Anakku Zaki dan Reyhan,

Tak terhingga jumlah kata dari doa yang Mama panjatkan kepada-Nya untuk kalian.

Mama meminta kepada Allah agar kalian sehat, kuat, cerdas, sholeh, berhasil, bahagia, dan dicintai Allah.

Di tengah rasa khawatir Mama yang sangat dalam, Mama  berdoa, rasanya tidak ada sedikitpun waktu yang terbebas dari rasa khawatir Mama terhadap hidup kalian.

Yang bisa Mama lakukan sepanjang hayat hanya berdoa dan berusaha untuk menjadi orang tua terbaik untuk kalian.

Anak-anakku…

Sering Mama mengenang masa lalu hidup Mama, Mama bandingkan dengan hidup kalian sekarang.

Bukan Mama tidak percaya terhadap kasih sayang Allah, tapi kenyataannya Mama selalu saja khawatir.

Anak-anakku…

Tolong tentramkan jiwa Mama dengan akhlaq mulia kalian, buat hati Mama bangga dengan ibadah dan iman kalian, buat hati Mama gembira dengan ilmu dan amal sholeh kalian, ringankan mata dan pandangan Mama dengan pergaulan indah dan kesholehan kalian.

Anak-anakku…

Bila suatu saat Mama sakit dan tidak mampu mengurus diri Mama sendiri, rawatlah Mama dengan penuh kasih sayang. Dan bila Mama dipanggil Allah nanti, rawatlah jenazah Mama dengan penuh keikhlasan, seperti Mama merawat kalian ketika bayi dulu. Setelah Mama dimakamkan, anugerahkan hadiah besar untuk Mama dengan doa dan kekhusyu’an Ibadah kalian.

Ya Allah…

Kabulkanlah harapan-harapan dan anganku ini, aku serahkan anak-anakku kepada-Mu, untuk Engkau bawa ke dalam ruang ridho-Mu. Kabulkanlah doaku Ya Allah.

Mama Tersayang.

Aku menangis, aku tersayat untuk sekedar menuangkan catatan ini ke dalam ruang-ruang angan dan asaku. Dan ketika sampai di akhir huruf dari catatan sakti ini, ketika air mataku sudah mulai surut, aku telah terbangun dengan tiga mimpi besar. Aku ingin benar-benar menjadi anak yang berbakti kepada Ibu dan Ayahku, aku ingin menjadi Ibu terbaik untuk anak-anakku kelak, dan aku ingin menjadi Istri yang luar biasa untuk suamiku kelak yang insyaa Allah juga luar biasa. 🙂

sumber gambar: http://najmienur.blogspot.com/2011/09/tafakur-cinta.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 5, 2013 by .
%d bloggers like this: