caturnugraheni

Pembelajar, Turun ke Lapangan, Berlayar, Berkelana, dan Berbakti untuk Kebaikan

MENUNGGUMU DALAM DOA DAN DIAMKU

i_have_a_dream_by_setobuje-1

MENUNGGU DALAM DOA DAN DIAMKU

Aku awali ceritaku dengan doa, agar Allah senantiasa menjagaku dari pandangan-pandangan buruk, dari prasangka-prasangka yang kotor, dari pendengaran-pendengaran yang tidak bermanfaat, dan dari perbuatan-perbuatan yang mengundang murka Allah.
Aku hanyalah perempuan dengan usia yang baru saja dewasa secara hukum. Aku sadar dengan usiaku ini, hendaknya aku sudah mendapatkan kematangan berpikir, keseriusan dalam belajar, dan kepandaian dalam memilih setiap hal yang datang kepadaku. Akan tetapi, aku masih saja banyak kekurangan, aku masih sekedar menjadi anak yang sering bermanja-manja, aku hanyalah anak yang masih sering membuat orang tuaku khawatir. Jauh dari semua itu, aku telah bermimpi, dan mimpi itu menjadi mimpi terbesarku di samping mimpi-mimpi lainnya. Aku ingin menjadi pribadi yang dapat dibanggakan, oleh kedua orang tuaku, murid-muridku, suamiku (kelak), dan anak-anakku (kelak).

Mungkin setiap orang yang bertemu denganku akan memandang bahwa aku hanya sebatas perempuan pas-pasan yang gemar melucu, atau sekedar sosok polos yang senang bercerita. Akan tetapi, lebih jauh dari jiwaku yang demikian, aku telah merancang hidupku sedalam caraku untuk menyembunyikan semua itu. Aku menginginkan seorang teman sepanjang hayat, yang selalu bisa menjadi pembimbingku. Aku ingin mempunyai teman hidup dan mati yang senantiasa sabar mengajariku, karena aku tahu aku bukanlah seorang perempuan yang pintar. Aku ingin mempunyai teman dunia dan akhirat (insyaa Allah) yang selalu bisa mengingatkanku dengan lembut, karena aku tahu aku hanyalah perempuan yang tak pernah luput dari kekhilafan. Aku ingin mempunyai teman saat aku menderita dan teman saat aku bahagia. Aku tak pernah menuntut bahwa “temanku” adalah pribadi yang sempurna, karena aku sadar aku bukanlah perempuan yang sempurna.

Kini, aku hanya bisa menatap, jauh ke depan sana, sambil menyiapkan apa-apa yang menjadi kewajiban hidupku untuk sekarang dan esok. Aku sadar saat ini tanganku belum mampu menggapai mimpiku itu, tapi aku percaya aku dapat memeluk erat mimpiku saat aku bersimpuh menghadap Rabb-ku. Bahkan pikiranku ini tak mampu menjangkau, karena mimpiku sedang dirahasiakan oleh Allah. Aku paham bahwa Allah sudah menyiapkan seorang teman, yang masih jauh di atas Lauh Mahfuz Allah yang suci dan agung.
Yang harus kunikmati sekarang adalah bahwa aku harus mampu mengendalikan mimpiku ini untuk segala hal yang mendatangkan kebaikan. Aku harus memanfaatkan tiap detik untuk sampai kepada waktu yang telah ditentukan oleh Allah agar aku bisa bertemu dengan temanku nanti, dengan segenap doa dan prestasi.

Kalaupun sekarang aku belum bisa untuk sekedar menyapanya, aku tak pernah sedih, aku tak pernah risau, karena sekarang aku bisa menyampaikannya kepada hujan. Hujan adalah penyampai rindu yang sangat ulung, ia mengumpulkan berbagai salam kebaikan untuk dia curahkan kepada laut yang luas, dan akhirnya bermuara pada banyak kehidupan.

Sumber gambar: http://catataneureka.blogspot.com/2013/03/tidak-ada-mimpi-yang-tidak-mungkin.html

Advertisements

2 comments on “MENUNGGUMU DALAM DOA DAN DIAMKU

  1. nezhafath
    February 17, 2014

    Semangat Ka Nunung :’) I’ll pray the best for you too, from here.
    It’s been very nice to know you. I’m a lucky Nezha 🙂 I learn, a lot, from your stories, your experience. And you are real. I mean, i might have so many references of orang-ornag keren, (and you are one of them.) But, what makes you different from those people is, for me, you are real in person o_O we talked to each other, we laughed along, we shared dreams and story.

    So does this future husband stuffs. Wqwq. Semoga suamimu sekeren dirimu. Eh, yang penting orangnya sholih kan ya. Aamin ❤
    Ah. We have to meet again, in other time 🙂

    Aku mau jadi keren dulu, biar gak malu kalau ketemu kamu. wqwqw
    Doain ya :") beneran lho……….

    Salam ketjup basyah,
    Nezha yang merindu.

    • caturnugraheni
      February 19, 2014

      aaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkk…………….. kaget kaget kaget, kaget banget dapet komen dari orang keren kaya kamu, udah pinter, shalehah, tinggi, cantik, baik lagi. Ah subhanallah..itu juga sesuatu banget buat aku bisa ketemu kamu NEZAFATH sayang. Kamu jauh lebih menginspirasi. Aku apa? You didn’t deserve to say that, about me! Since I was nothing, really really nothing. But, thanks for your prayers anyway. It’s something such a monstrous motivation. I knew u, a better luck. Thanks for your hospitality during we talked so many things, i learn a lot of valuable lessons from u. You had been amazed me till now.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 5, 2013 by .
%d bloggers like this: