caturnugraheni

nothing else matter

Backpackingfraud, how d**n it is

Pernahkah kalian mendengar, merasakan, melihat, atau bahkan melakukan backpackingfraud? Atau malah kalian tidak tahu apa itu backpackingfraud? Yak, backpackingfraud adalah sebuah istilah yang saya buat sendiri. Saya memaknai sebuah kegiatan penjelajahan, kepecintaalaman, atau sejenisnya yang di dalamnya berisi segala macam penghianatan. Saya sebut sebagai pengkhianatan karena apa yang dilakukan di dalamnya tak lebih dari sekedar pembohongan terhadap alam. Saya yakin kita yang mengaku sebagai backpacker (peransel punggung) pernah melihat alam ataupun kota ataupun desa yang kotor, penuh dengan sampah. Beruntung kalau memang sampah itu bukan kita yang menyumbangnya.

Saya pernah membaca artikel dengan judul “Ketika Ranukumbolo dikhianati Oleh Pendaki” atau “Saat Puncak Gunung Gede Jadi Tong Sampah”, membaca judulnya saja saya sudah memicingkan mata, sakit, menyakitkan sekali menurut saya. Atau kita mungkin juga pernah mengalami sebuah euforia backpacking saat kita hendak berangkat ke sebuah pulau. Saat berangkat backpacking kita sudah membayangkan bahwa kita akan pergi ke sebuah pulau nan indah yang (katanya) tidak berpenghuni dan masih sangat perawan. Namanya pulau tak berpenghuni, pasti yang kita pikir ya di pulau itu sangat bersih, paling-paling sampah yang ada hanyalah dedaunan atau ranting-ranting kering. Betapa kecewanya ketika kita sampai di pulau tersebut, di sana sudah berjajar tenda-tenda campers yang di sekitarnya bertumpuk sampah-sampah plastik murahan. Itulah yang saya alami semasa kemarin, saya membayangkan bahwa pulau yang akan saya kunjungi itu merupakan pulau paling romantis di dunia, eh ternyata pulau tersebut menjadi pulau yang paling terkhianati di dunia.

Selain itu, saya pernah juga menonton sebuah video besutan situs JJM, semua orang tahu itu vacationsitus paling keren di Indonesia. Semua video yang diunggah membuat pemirsanya ngiler mungkin. Ya, bagaimana tidak, semua yang menjadi tujuan vacation adalah tempat-tempat terkeren di indonesia (serius ya, Indonesia itu indah banget, jauh lebih indah dari kepulauan apapun-OOT). Saya miris ketika di salah satu video, host JJM menemukan sampah-sampah botol air mineral saat menyelam di sebuah danau kecil di tengah hutan, padahal airnya sangat jernih seperti kaca. Saya berkesimpulan, siapa lagi yang meninggalkan sampah itu kalau bukan mereka para pecinta backpackingfraud?

Dalam hati, saya sering tertawa terbahak-bahak ketika melihat orang menyebut-nyebut dirinya “gue dong backpacker sejati, cinta sama alam..” tapi pas saya lihat, kerjaannya merokok, di kapal, di perahu, di pulau, di hutan, dan di mana saja. Tak cuma itu, buang tisyu bekas keringatnya, plastik bekas makannya juga di laut, di pantai, di kabin, di jalanan..beuuhh… Saya tertawa lebih ngakak lagi ketika melihat orang dengan gaya sok-asik-nya jalan-jalan memakai baju atau jaket atau tas atau topi dan semacamnya bertuliskan “DAMN I LOVE INDONESIA” tapi sama halnya dengan yang tadi, buang sampah di gunung, di pantai, di laut, di jalan, dan di manapun. Aih… saya ingin sekali tuh menghapus kata “I LOVE INDONESIA”-nya di baju mereka, biar tinggal kata “dam*” (baca mereka).. 🙂

Mungkin ada sebagian orang yang memang mempunyai kepribadian cuek, tapi saya yakin setiap orang (yang cuek sekalipun) pasti bisa membuat komitmen. Saya yakin seratus persen, bahwa komitmen untuk tidak mengkhianati alam dan teman itu pasti bisa dibentuk, kalau toh tidak bisa, saya akan menganggap orang itu tak layak hidup di alamnya Tuhan.
Akhirnya saya ingin berpesan, minimal untuk saya sendiri, ketika kita ingin menjadi backpacker, jadilah backpacker yang arif, tidak menkhianati alam apalagi mengkhianati teman, dosa bro!. Carilah partner backpacking yang oke punya, contohnya backpacker yang cinta sama alam (yang bukan ngomong doang), yang sholeh-sholehah, rajin sholat dan ngaji, yang gercep-gercep (GERAK CEPAT-inisiatif, tidak mengandalkan teman, good attitude-atau semacamnya). Yang jelas, ingat kembali apa tujuan kita untuk backpacking, untuk keren-kerenan tok kah? untuk pamer? atau untuk menyukuri nikmat Tuhan dan menebarkan kebermanfaatan? kalau niat terakhir ini yang tertanam dalam kalbu kita, sudah bisa dipastikan kita tak akan pernah melalukan pengkhianatan terhadap Tuhan, alam, dan teman. Saya sadar, di dunia ini tak ada manusia yang sempurna, sadar sekali bahkan, tapi seperti di awal saya katakan bahwa KOMITMEN ITU BISA DIBENTUK! Artinya, saya sih tidak akan pernah mengulangi yang namanya backpacking bersama orang-orang yang masabodoh, saya benar-benar tak ingin ikut menanggung dosa untuk alam. Alam ini sudah terlalu sakit menanggung beban ulah manusia yang serakah, lantas kenapa kita mesti ikut menambah kesakitannya?

Kutipan berikut worth it untuk direnungkan oleh kita semua para backpacker:
“Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali foto dan jangan membunuh apapun kecuali waktu” (Dita, 2014)

BE A GOOD BACKPACKER PLEASE!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 1, 2014 by .
%d bloggers like this: