caturnugraheni

Pembelajar, Turun ke Lapangan, Berlayar, Berkelana, dan Berbakti untuk Kebaikan

Sajak Cinta dari Cempawan

DSCN2990

Sore ini aku sengaja beranjak dari bungalau, sekedar menengok jajaran nyiur yang dulu gagah memagari pantai pasir putih yang mewah ini. Aku mulai melirik, mengawasi kesana-kemari. Oh… belum berubah ternyata. Lalu aku pun duduk terdiam. Ya, aku benar-benar diam, sendirian bahkan. Tak ada terik menyengat, tak ada angin ganas yang mengoyak. Aku hanya merasakan desir ombak yang berisik menyentuh pasir, tampak kalem. Lalu aku berpikir sejenak. Oh… mungkin aku telah jatuh cinta dengannya. Aku kembali perhatikan sekelilingku, sambil sesekali memanggil camar yang mulai melayang-layang di ubun-ubun. Namun, usahaku ini tak ubahnya menjadikan camari-camar justru marah, dan kembali menemui kril di hulu ombak sana. Lantas, aku bertanya lagi…. meski sekedar kelomang yang mendengar. Apakah aku telah jatuh cinta dengannya? Masih sama, hanya nyiur yang bersuara, beradu dengan udara yang panas namun sejuk. Ombak-ombak kembali berlarian, berpacu dengan karang-karang keras yang kusam namun eksotik. Ku tengok ke belakang, ada seekor jalak yang sedang turun dari rindangnya beringin pantai. Dan, hanya dia yang mampu menjawab. Ternyata benar, aku telah jatuh cinta dengannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 1, 2014 by .
%d bloggers like this: