caturnugraheni

Pembelajar, Turun ke Lapangan, Berlayar, Berkelana, dan Berbakti untuk Kebaikan

Karena Indonesia Adalah dari Sabang Sampai Merauke

IMG_1103

Teruntuk Beta Punya Calon Bapak Negeri (Untuk Calon Bapak Negeriku)
Bapak Joko Widodo di Jakarta

Halo Bapak Jokowi yang sangat Beta segani dan cintai. Apa kabarnya Bapak? Semoga Bapak senantiasa dalam keadaan baik, di sela-sela kelelahan Bapak mengurus serba-serbi pencapresan ini (sebagaimana Beta lihat di TV milik tetangga). Beta selalu hormat deng Bapak. Beta selalu cinta deng Bapak.
Sebelumnya, perkenalkan Bapak, nama beta Ester. Beta adalah anak yang ditinggal kedua orang tua, sekarang Beta berjualan donat setiap harinya, bersama nenek tercinta. Beta tinggal di sebuah pulau kecil di ujung Maluku. Tepatnya di Pulau Damer, Maluku Barat Daya, dekat dengan Timor Leste.

Bapak, sebelumnya izinkan Beta aturkan penghormatan dan kekaguman Beta terhadap Bapak. Bapak yang senantiasa murah senyum, Bapak yang senantiasa ramah dengan rakyat, Bapak yang senantiasa peduli dengan masyarakat. Meskipun, sampai sekarang Beta belum pernah bisa bertemu dengan Bapak. Tapi, itu masih menjadi mimpi Beta, bertemu dengan Bapak, dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang.

Bapak Jokowi yang baik, dengan surat ini Beta hendak sedikit berceloteh. Mungkin, baru kali ini Beta benar-benar bahagia dibuatnya. Oleh karena Beta bisa menulis surat cinta ini langsung untuk Bapak, seorang calon Bapak Negeri. Jika dulu, dengan Bapak SBY Beta tak pernah sempat menuliskan surat cinta ini. Maka, dengan Bapak lah Beta berani berkata. Beta anggap Bapak lah yang mampu mendengar celoteh dari anak pelosok ini.
Bapak Jokowi yang arif, Beta pung cerita bahagia. Beta bahagia hidup di pulau ini. Beta tenang, meski Beta kadang iri dengan kekawan Beta di kota sana, di Jakarta, atau Surabaya. Bapak, Bapak tahu bahwa Beta suka sekali membaca buku. Tapi Beta kadang marah, di sekolah, buku-buku sering rusak, bahkan sangat sedikit. Bapak, pernah sesekali Beta menumpang menonton TV di tetangga, di tempat mantan Bapak Desa, Beta kata “Ohh.. bagus bagus benar ya sekolah di Jakarta, buku-buku pun banyak di sana, pasti ada buku dongeng, ada buku tentang alam Indonesia, buku tentang Negeri tercinta ini, atau bahkan buku tentang dunia”. Beta ingin sekali Bapak, ingin sekali bisa banyak membaca buku, agar Beta sedikit bisa melihat dunia di luar Pulau Damer ini.

Bapak Jokowi yang baik, Beta yakin, Bapak pasti bisa mendengar cerita bahagia ini. Bapak, kami hidup di pulau yang terisolir. Bahkan, bisa dikatakan terluar Bapak. Mungkin Bapak pernah mendengar, dulu ada pesawat perintis Australia yang pernah mendarat di pulau kami, entah ada apa. Entah apa yang mereka cari, akan tetapi mungkin semesta Indonesia tak semuanya dengar dan peduli. Bapak Jokowi yang baik, Beta cerita, negeri kami ini sangat indah, orang boleh sebut negeri sejuta kerbau, karena banyak kerbau di sini. Tapi Bapak, kerbau-kerbau itu tak lantas membuat hidup kami sama dengan orang-orang di Jakarta yang bisa jalan-jalan dengan leluasa, pergi ke pasar swalayan, makan enak di restoran, atau bahkan mengendarai mobil.

Bapak Jokowi yang ramah, Beta pung cerita. Kami anak-anak di sini sangat senang belajar, akan tetapi, kadang atap kami bocor, dekat-dekat dengan bulan Oktober, Desember, Januari, kami kadang malas ke sekolah, sekolah kami becek, buku-buku dan seragam kami kadang basah. Bapak, kami senang sekali, kami bersama-sama berlarian menuju sekolah berjarak 12km untuk menemui guru, menjemput sedikit ilmu. Kadang kami juga mampir ke padang, mencari buah-buahan atau batang kaktus di sabana, sekedar untuk obat haus dan lapar kami.

Bapak Jokowi, Bapak tahu tidak? Beta senang hidup di sini. Mungkin Bapak pernah mendengar, masyarakat di sini membeli bensin dan solar dengan harga Rp 25.000 per liter. Itu pun kami tak pernah mau protes Bapak, Beta tak pernah dengar ada demonstrasi, karena lagi-lagi, kami bahagia hidup di sini Bapak. Padahal, kami tahu, ketika seminggu saja pasokan bensin tak datang, kami akan kelaparan Bapak. Tak ada nelayan dapat berlayar, tak ada pedagang dapat pigi ke pasar. Atau kami bisa hidup, akan tetapi kami harus meretas rimbanya hutan Damer, untuk sekedar mencari burung, kerbau liar atau rusa, bahkan ular.

Bapak Jokowi, Beta lihat jalan-jalan di pulau kami sering rusak, berlumpur bahkan tak punya jembatan. Sering juga sepeda motor atau oto (mobil angkutan desa) jatuh terjungkal jika melewati jalan yang terbelah sungai tanpa jembatan. Beta kasihan dengan mereka yang harus berlalu lalang melalui jalan itu. Bapak, mungkin tak bijak jika semua tugas negara ini dibebankan kepada Bapak, tapi Beta yakin Bapak adalah pemimpin yang adil dan amanah. Bapak pasti bisa mendidik para wakil rakyat dan kepala daerah di seluruh Indonesia untuk memperjuangkan daerah pimpinannya masing-masing termasuk daerah kami. Oleh karena menurut Beta, Bapak adalah pemimpin yang peduli seluruh bagian dari wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Bapak, Beta ingin sekali Bapak tak bosan mendengar cerita Beta. Beta senang bercerita Bapak. Beta punya tante, tinggal di dusun sebelah. Bapak, puskesmas di pulau kami hanya ada dua, yang satu ada di desa kami, dan itu untuk melayani 5 desa, yang jaraknya bisa mencapai 50km. Bapak, pernah tante Beta sedang hamil, waktu itu lemas sekali, ternyata ia terkena malaria. Parahnya Bapak, ia harus berjalan sepanjang 10km untuk mencapai puskesmas, dengan dipapah oleh Beta punya Om. Bapak, jalan dari dusun Upunyor ke desa Beta berkarang, menembus sabana, dan banyak kaktus. Itulah yang membuat kendaraan tak dapat meretas. Kadang tante dan kekawannya bermimpi, seandainya mereka punya puskesmas, pasti mereka tak panik, kalau-kalau tengah malam tetiba mereka demam tinggi.

Bapak Jokowi yang baik, Beta pung cerita lucu. Beta belum pernah memakan tahu, sekedar melihat pun belum pernah. Waktu itu Beta kedatangan kakak-kakak mahasiswa dari Universitas Indonesia yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di desa kami. Salah satu dari mereka membeli tahu dari Tiakur, Ibukota Kecamatan Pulau Damer. Mereka memberi Beta tahu, dan Beta merasa aneh. Ini makanan tidak cocok untuk Beta, sangat enak, tapi lidah sedikit menolak. Mungkin tahu adalah makanan orang kaya Bapak, karena Beta dengar, harga tiap butirnya sebesar Rp 5.000 di pulau kami. Beta yakin, Bapak pasti pernah mencicipi makanan bernama tahu, dengan olahan yang lebih enak, apalagi makanan khas Jawa yang Beta dengar katanya enak-enak.

Bapak Jokowi, pasti Bapak percaya, beberapa ratus (ribu) meter dari pulau kami, masih banyak sekolah yang dibuat dengan kulit kayu beratap daun koli atau daun pandan. Tapi kekawan Beta tak pernah kecewa Bapak, karena mereka tetap bisa sekolah, belajar mengeja tiap huruf termasuk huruf “I-N-D-O-N-E-S-I-A”. Bapak, Beta sangat bersyukur, Beta beruntung punya sekolah yang sudah lebih baik dari sekolah kekawan di seberang pulau. Karena Beta dengar sekolah kami dibuat dengan bantaun pemerintah, sepertinya bernama PNPM-Mandiri. Beta yakin, Bapak adalah sebagian orang yang terlibat di sana.

Bapak Jokowi, di desa kami ada tiga buah sumur, itu juga kata Bapak Desa adalah sumbangan dari program pemerintah tadi, tapi tiga sumur itu harus dibagi-bagi untuk beratus-ratus orang Bapak, kadang kami berebut, kadang juga bertengkar karena kalau musim kemarau air bisa habis. Tapi kami bahagia Bapak, kami masih beruntung kami dianugerahi alam yang luar biasa, kami masih bisa ke hutan mencari air saat air sumur mulai mongering.

Bapak Jokowi yang baik, Beta punya Bapak Desa di sini. Orangnya sangat baik dan mengayomi. Setiap hari Beta dengar riuhnya jari-jari Bapak Desa meneken-nekan komputer versi lama (Beta kira itu versi lama, karena bunyinya keras, tak seperti yang Beta lihat di TV). Ontua (beliau) sangat rajin Bapak, setiap minggu rapat ke kantor kabupaten dengan menyewa ojek, Beta pernah bertanya, konon biaya ojek ke kabupaten itu sebesar Rp 200.000. Padahal, setahu Beta, Bapak Desa ini diberi upah setiap tujuh bulan sekali. Tapi entahlah, mungkin Bapak Jokowi lebih paham mengapa hal itu terjadi.

Bapak Jokowi yang ramah, Beta sepertinya sudah puas bercerita. Sekarang beta ingin mengabarkan, bahwa Beta ingin nama kami, sekedar satu kata disebutkan di lembar-lembar kertas kerja Bapak. Meskipun Beta yakin bahwa yang dimaksud “pendidikan”, “kesehatan”, “kesejahteraan”, itu untuk seluruh Bangsa Indonesia, kenyataannya kami masih berbeda dengan kekawan yang di Jakarta Bapak. Bapak, Beta ingin sekali, jika Bapak benar menjadi Bapak Negeri, Beta ingin Bapak sudi mampir ke pulau kami Bapak, sekedar melihat kami, sedetik pun tak apa. Bapak pasti bisa kesini, karena di dekat kamu su ada lapangan terbang Bapak, jadi Bapak tak perlu khawatir harus menebas Laut Timor dengan kapal.

Akhirnya Bapak, Beta berterima kasih jika Bapak menjadi Bapak negeri, karena Bapak adalah orang yang baik, Bapak orang yang arif, Bapak adalah orang yang peduli dengan rakyat, Bapak cinta dengan bangsa Indonesia, termasuk kami yang ada di pulau terluar. Bapak berbeda dengan yang lain. Bapak peduli, Bapak ramah, Bapak cerdas, Bapak lembut, Bapak merakyat, Bapak sederhana, dan Bapak sangat tulus. Jika Beta boleh memohon, kami ingin ikut diprioritaskan dalam rencana kerja Bapak, atau di TV orang sering sebut deng visi-misi. Beta bangga karena Bapak sempat mengungkapkan kepedulian Bapak terhadap pengembangan seluruh wilayah kesatuan termasuk daerah di ujung kecil Indonesia. Beta berharap betul Bapak, semoga ini tak menjadi wacana belaka. Sungguh, Beta berharap pada Bapak. Bapak tahu Pak? Indonesia adalah punya Maluku. Karena INDONESIA TANAH AIR BETA. Itulah mengapa tak diciptakan lagu INDONESIA TANAH AIR SAYA, INDONESIA TANAH AIR INYONG, INDONESIA TANAH AIR ABDI, atau INDONESIA TANAH AIR EIKE (sekedar bergurau, semoga Bapak seing (tidak) marah ya).

Bapak, Beta ingin Beta dan kekawan bisa leluasa membaca buku di sini, sekolah dengan fasilitas yang sama deng kekawan di Jakarta. Beta ingin harga bensin di sini tak semahal itu. Beta ingin saudara Beta di dusun sebelah tak sulit lagi mencari puskesmas. Atau paling tidak, kami bisa tersenyum sama dengan senyum kekawan di Jakarta. Terimakasih Bapak, Beta berdoa untuk Bapak, semoga Bapak sehat selalu, baik selalu, dan bisa memperjuangkan Indonesia secara utuh menyeluruh.

Salam sayang dari Beta untuk Bapak Jokowi,
Esterina Dante
Di ujung negeri Indonesia.
Penulis: Catur Nugraheni

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 31, 2014 by .
%d bloggers like this: