caturnugraheni

nothing else matter

Soal Ilmu dan Karakter|| Sampai Pada Judgement Orang Lain Lemah Iman

Ada banyak budaya yang mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup orang Islam, termasuk jenis pakaian yang dikenakan. Tulisan ini tentunya tak akan banyak mengandung kajian ilmiah, karena sedang tidak sempat mencantumkan bibliografi.

Soal jilbab misalnya, orang Arab mengenakan pakain serba tertutup hingga menyisakan sedikit bagian muka oleh karena kondisi topografi dan geografi yang memang mendukung. Di sana panas, berdebu, dan gersang.

Soal jilbab orang Arab, ini tak ubahnya seperti hukum sunnah untuk kurma yg pernah dibahas oleh seorang ulama (lupa nama, belum sempat mencari lagi literaturnya-menyusul) bahwa orang banyak yg salah kaprah memaknai makan kurma sbg sunnah Rosul. Paling ekstrim lagi, sebagian menganggap orang yg tidak suka kurma adalah orang yg tidak syar’i.

Coba tengok lagi, zaman dahulu belum dimungkinkan tumbuh dan berkembang brbagai macam sayuran baik yg organik maupun transgenik, dan memang di sekitar tempat tinggal Rosulullah hanya kurmalah yg dapat berkembg dg sangat baik. Itu artinya, makan kurma bukanlah sebuah amalan yg sangat mulia layaknya bersilaturahim dan memuliakan tamu (lagi, literatur menyusul). Sehingga orang yg memilih sayuran dan buah selain kurma, tidaklah merupakan orang yg menentang sunnah Rosulullah. Karena di negara kita Indonesia, sayuran adalah makanan yg sangat cocok dan berkembang baik. Yang paling bahaya lagi, jika ada yg terlalu pede mengklaim bahwa dialah orang yg paling islami, karena setiap harinya ia hanya memakan kurma dan minum air putih.

Nah, begitu juga dengan hijab. Pendapat penulis kali ini, sungguh bukan pendapat ilmiah, hanya opini awam seorang yg ilmunya belum seujung kuku, sehingga bolehlah siapapun berhak untuk mematahkannya.

Penulis berpikir, mengapa ada orang yang sombong dengan baju muslimnya yg sedemikian rupa dengan warna gelap dan senada, ia berani mengatai temannya yg sedang mengenakan baju cerah. “Dek, kau ini sedang futur ya? Kok pakai baju kuning?” Futur maksudnya adalah lemah iman.

Penulis menyesal sekali memdengar percakapan itu. Terlebih si penegur adalah pribadi yg keras dg tuntunan pakaian yg serba saklek atau kaku. Katanya, “Islam itu ya gini, gak ada yg boleh ubah2” maksudnya kayak berpakaian harus nurut ama gurunya, warna gelap,titik !

Aduh… penulis jadi bertanya, apakah Islam itu sedangkal soal warna baju? Bukankan pakaian taqwa adalah pakaian sholat, yang mana Allah berfirman auratmu (perempuan) kecuali muka dan telapak tangan? Boleh saja siapapun mau menutup seluruh tubuhnya dengan warna gelap a.k.a hitam dan biru dongker, tapi jangan paksakan soal selera orang lain.

Kemudian, soal warna. Bukankah Allah hanya tidak suka warna yg mencolok dan menarik perhatian? Lantas apakah yg tidak mencolok itu hanya hitam, marun, coklat tua, dan biru tua?

Penulis jadi berpikir, mungkinkah sebenarnya semua ini hanya soal selera sang guru. Guru yang sifatnya keras, guru yg sukanya warna gelap a.k.a hitam dan biru dongker, guru yang kaku. Somehow, boleh saja semua-mua itu diterapkan, asalkan jangan pernah memaksakan org lain dan menstandardisasi org lain ke dalam standarnya SAMPAI MENGATAI ORANG LAIN LEMAH IMAN GEGARA MEMAKAI BAJU WARNA CERAH.

Penulis lagi-lagi berpendapat seawam-awamnya. Sepantasnya, sang guru kita tiru ilmunya, ajarannya, akhlaqnya yg baik. BUKAN KARAKTERNYA, masing-masing manusia punya karakter yg beda. Haruskah guru yang kaku, saklek, dan galak kemudian kita tiru? Sehingga di luar kita akan dianggap seorang muslim yang galak dan sangar?

Apakah kemudian kita juga harus mengikuti selera guru kita yg suka warna gelap agar kita tidak dianggap murid yg ingkar dan lemah iman?

Tidak begitu kan? Kita hanya perlu meneladani aqidah, ilmu dan akhlaqnya, bukan karakter atau sifat. Kita akan lebih baik jika menjadi diri sendiri yang meneladani ilmu dan akhlaq baik orang lain. Karena sesungguhnya diri kita adalah diri kita. Tak perlu menghabiskan waktu untuk menjadi orang lain. Jazakumullahu khairan katsira

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 1, 2015 by .
%d bloggers like this: